Komandan ISIS Dipenjara Seumur Hidup Setelah Penggal Imam
Budapest - Pengadilan Hungaria menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seseorang laki- laki Suriah pada Kamis( 3/ 12). Laki- laki itu dihukum atas permasalahan terorisme serta kejahatan terhadap kemanusiaan, tercantum pemenggalan kepala seseorang imam di Suriah pada tahun 2015. Dikutip AFP, Kamis( 4/ 12/ 2020) laki- laki itu merupakan komandan kelompok ISIS, serta wajib menghabiskan […]

Budapest - Pengadilan Hungaria menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seseorang laki- laki Suriah pada Kamis( 3/ 12). Laki- laki itu dihukum atas permasalahan terorisme serta kejahatan terhadap kemanusiaan, tercantum pemenggalan kepala seseorang imam di Suriah pada tahun 2015.

Dikutip AFP, Kamis( 4/ 12/ 2020) laki- laki itu merupakan komandan kelompok ISIS, serta wajib menghabiskan paling tidak 30 tahun di balik jeruji besi, demikian bagi statment dari Majelis hukum Metropolitan Budapest.

" Tugasnya merupakan membuat catatan kematian dari musuh Islam," kata statment majelis hukum itu.

" Ia secara individu ikut serta dalam eksekusi sebagian orang, tercantum pemenggalan kepala seseorang pemimpin suku," imbuhnya.

Laki- laki itu diidentifikasi di media lokal bagaikan F Hassan yang berumur 28 tahun.

Baca Juga:

Pengacaranya berkata mereka hendak mengajukan banding atas vonis tersebut, semacam yang dicoba jaksa penuntut, yang sudah menuntut hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Bagi jaksa, tersangka mengetuai unit kecil ISIS di provinsi Homs, Suriah pada 2015 yang bertugas meneror. Kelompok itu mengeksekusi masyarakat sipil serta pemimpin agama yang menolak memihak kelompok tersebut.

Jaksa penuntut berkata ia secara individu mengambil bagian dalam pemenggalan kepala seseorang imam di kota al- Sukhnah, pula dalam pembunuhan masyarakat sipil lain di wilayah itu pada Mei 2015.

Unitnya pula membunuh sedikitnya 25 orang di kota itu tercantum perempuan serta kanak- kanak, kata jaksa penuntut.

Pihak berwenang di Malta, Yunani serta Belgia dan di Hungaria sudah ambil bagian dalam penyelidikan ini, yang dikoordinasikan oleh tubuh kerjasama peradilan Eropa, Eurojust.

Dekat 10 saksi di Belgia serta Malta, dan di Hungaria sudah membagikan kesaksian.

Baca Juga: 

Tadinya, laki- laki yang sudah diberi status pengungsi di Yunani itu ditahan di lapangan terbang Budapest, Hungaria pada Desember 2018, sehabis dia menampilkan dokumen ekspedisi palsu buat dirinya serta seseorang rekan wanitanya.

Pengacaranya berkomentar kalau fakta jaksa- termasuk panggilan telepon yang disadap, rekaman video pembunuhan serta statment laki- laki itu sendiri- gagal menunjang tuduhan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *